Saturday, July 3, 2021

Pramuka Duta Perubahan Perilaku "ISOLASI MANDIRI jika Fisik Kurang Fit"

Kasus pertama kali terjadi di Wuhan, China dan masuk sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena virus Covid-19 belum pernah ada sebelumnya. Menurut WHO (World Health Organization) virus ini menyebabkan penyakit mulai dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV. Virus ini bersifat zoonosis, artinya ini merupakan penyakit yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia seperti Rabies dan Malaria. Virus telah menyebar ke 223 negara di dunia, termasuk Indonesia (WHO, 2021). Covid-19 yang menyerang ini dapat dikatakan sebagai wabah. Wabah adalah penyakit menular yang membuat penderita suatu penyakit terus bertambah hingga melebihi kapasitas. Jika pada suatu wilayah terkena wabah alangkah lebih baik apabila semua kegiatan diwilayah tersebut dibatasi, agar wabah tersebut tidak menular kepada banyak masyarakat.

Salah satu jenis pembatasan sosial adalah isolasi mandiri, yang telah dilakukan sejak adanya suatu wabah (Supriatna, 2020). Dalam perspektif kesehatan, isolasi mandiri diterapkan kepada seorang yang diduga terjangkit wabah, baik yang telah merasakan suatu gejala penyakit atau tidak bergejala. Isolasi juga diterapkan kepada seorang yang menjalin kontak kepada orang yang terjangkit wabah (Kementerian Kesehatan RI). Individu yang sakit dipisahkan dengan yang sehat, yang dinyatakan terinveksi atau diduga mempunyai gejala seperti Covid-19 dipisahkan dengan yang tidak bergejala. Isolasi Mandiri dapat dilakukan di rumah pribadi dengan kamar yang berpisah dengan anggota keluarganya, atau fasilitas umum yang disediakan pemerintah (Liang, 2020). Adanya tempat isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan akan memudahkan pengendalian penyakit, namun tempat isolasi yang disediakan pemerintah masih terbatas, sehingga seorang yang tidak segera melakukan isolasi berpotensi menularkan wabah kepada yang lain (Nurdin, 2021). Apabila seseorang terlah merasakan gejala terkena Covid-19, orang tersebut hendaknya melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Beberapa cara penularan virus corona COVID-19 yang sering terjadi sebagai berikut:

1.      Kontak dengan benda yang sering tersentuh. Benda merupakan media yang bisa menjadi cara penularan yang masif, sebab menurut penelitian virus corona COVID-19 dapat bertahan hidup hingga tiga hari dengan menempel pada permukaan benda.

2.      Tak menjaga kebersihan tangan. Penularan dapat melalui kontak jabat tangan dengan individu positif corona, orang yang sehat bisa tertular jika ia tak mencuci tangannya dengan bersih setelah bersalaman.

3.      Tidak menjaga kebersihan setelah bepergian.

4.      Tidak menerapkan etika batuk dan bersin. Cara yang paling banyak menjadi media penularan COVID-19 adalah melalui droplet yang kemudian menempel pada benda-benda yang dibawa oleh orang lain.

5.      Terjadi interaksi dengan banyak orang. Berkumpul atau beraktivitas di tengah kerumunan menjadi salah satu cara penularan virus corona COVID-19.

6.      Tidak isolasi diri setelah kembali dari wilayah pandemi

Kenali gejala Covid-19:

Gejala COVID-19 dimulai dengan batuk kering dan diikuti dengan gangguan pernafasan. Batuk ini adalah batuk yang terus menerus selama lebih dari satu jam atau mengalami betuk rejan selama tiga kali dalam periode 24 jam, biasanya lima hari secara rata-rata bagi orang untuk menunjukkan gejalanya namun bagi sebagian orang gejalanya lebih lambat terjadi. Kemudian kehilangan indera penciuman dan perasa (Zendrato, 2020).

Jika Anda sudah merasa badan tidak fit setelah melakukan aktivitas di luar, segera lah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing, kemudian menghubungi pihak kesehatan di masyarakat setempat agar mendapatkan perhatian khusus pada saat isolasi mandiri. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

 

Pramuka sebagai organisasi yang dikenal berbagai kalangan baik anak-anak sampai orang dewasa, memiliki peran yang besar dalam membantu pemerintah dalam menurunkan kasus covid-19. Tidak luput Pramuka menjadi elemen sejak awal dalam membantu masyarakat untuk tetap waspada menjaga kesehatan dalam masa pandemi yang tidak berlalu. Dalam masa adaptasi baru peran Pramuka sebagai contoh dan penggerak serta mengedukasikan kepada masyarakat tentang gejala-gejala covid yang harus diketahui.

Masa pandemi belum berlalu, Pramuka duta perubahan perilaku terapkan prokes nomor satu, seperti :

1. Mencuci tangan pakai  sabun dan air mengalir /  memakai hand sanitizer. Mencuci tangan hingga bersih adalah salah satu protokol kesehatan yang cukup efektif terutama saat setelah menutup hidung saat batuk/bersin.

2. Memakai masker. Hal yang terpenting saat keluar rumah yaitu memakai masker untuk mencegah kotoran debu ataupun virus terhirup.

3. Menjaga jarak. Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin, serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan.

4. Menjauhi kerumunan. Semakin banyak dan sering kamu bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi.

5. Membatasi mobilitas dan interaksi. Semakin banyak menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus. Oleh sebab itu, bila tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah.

 

 

Sumber:

Zendrato, W. (2020). Gerakan mencegah daripada mengobati terhadap pandemi covid-19. Jurnal Education and development8(2), 242-242.

Nurdin, N., Bintarawati, F., & Nihayah, U. (2021). Isolasi Mandiri dalam Islam: Kritik Metodologis Fatwa LBM PWNU Jawa Tengah tentang Anjuran Isolasi saat Wabah. JIL: Journal of Islamic Law2(1), 1-21.

Supriatna, Eman. (2020). Wabah Corona Virus Disease Covid-19 dalam Pandangan Islam. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7 (6)

Liang, Tingbo. (2020). Handbook of COVID-19 Prevention and Treatment. The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine. Compiled According to Clinical Experience. Vol. 68.

 


Pramuka Duta Perubahan Perilaku "ISOLASI MANDIRI jika Fisik Kurang Fit"

Kasus pertama kali terjadi di Wuhan, China dan masuk sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena virus Covid-19 belum pernah ada sebelumnya. ...